PERHITUNGAN DOSIS
Dosis Ekuivalen
H =DQN
dengan H = dosis ekuivalen (Sv)
D = dosis serap (Gy)
Q = faktor kualitas
N = faktor modifikasi lainnya
Dosis Ekuivalen ICRP 60
HT = WR DT.R
dengan HT = dosis ekuivalen pada jaringan T (Sv)
WR = faktor bobot radiasi
DT.R = dosis serap rata-rata pada jaringan T akibat radiasi R (Gy)
Jenis Radiasi | WR |
---|---|
Foton, semua energi | 1 |
Elektron dan muon, semua energi | 1 |
Netron, dengan energi | |
<10 keV | 5 |
<10 - 100 keV | 10 |
100 keV - 2 MeV | 20 |
2 - 2 MeV | 10 |
>20 MeV | 5 |
Foton, selain dari proton rekoil, energi >2 Mev | 5 |
Partikel alfa, fragmen fisi, inti berat | 20 |
- Semua harga tersebut berlaku untuk radiasi eksternal dan internal.
- Untuk elektron tidak termasuk elektron Auger yang dipancarkan inti yang diikat DNA.
- Harga WR berdasarkan ICRP 60 (1990)
Dosis Efektif ICRP 60
E = WTHT
dengan E= dosis efektif individu
WT= faktor bobot jaringan
HT= dosis ekuivalen dalam jaringan T
Dosis Kolektif
ST = pE
dengan ST = dosis ekuivalen kolektif = dosis efektif kolektif (Sv-Man)
p = populasi
H = dosis ekuivalen (Sv)
E = dosis efektif (Sv)
Dosis Terikat
ICRP 23 Reference Man
Air masuk harian = 2,2 l/hr
Nafas rata-rata = 2E4 ml/mnt
Permukaan kulit = 18.000 cm2
DOSIMETRI INTERNAL
Kontaminasi Internal
ALI=BMT=L/h
dengan ALI = Anually Limited Intake (Bq)
BMT = Batas Masukan Tahunan (Bq)
L = batas dosis efektif tahunan atau NBD (Sv)
h = dosis efektif terikat per Bq intake (Sv/Bq)
Tingkat Dosis Efektif Terikat
D=(C:ALI)*L
dengan ALI = Anually Limited Intake (Bq)
L = batas dosis efektif tahunan atau NBD (Sv)
D = tingkat dosis efektif terikat (Bq)
C = nilai kontaminasi permukaan (Bq)
DOSIMETRI EKSTERNAL
Menghitung Lama Penyinaran
R = (FWHM : Peak Energy) x 100%
dengan R = Resolusi
FWHM = Full Width Half-Max peak height (lebar dari setengah tinggi maksimum) (keV)
Peak energy = energi puncak (keV)
Laju Dosis di Udara dari Sumber Beta Berbentuk Titik
D = 3,2291A / d2
dengan D= laju dosis serap (rad/jam)
A = aktivitas sumber (Ci)
d = jarak dari sumber (m)
Laju Fluks Foton dari Sumber Titik
dengan Φ = laju fluks foton (γ/cm2.jam)
A = aktivitas sumber (peluruhan/jam)
Y = medan foton (γ/peluruhan)
d = jarak dari sumber titik (cm)
Laju Paparan dari Sumber Gamma Berbentuk Titik
X = ΓA/r2
dengan X = laju paparan (R/jam)
Γ = faktor gamma spesifik (R/jam pada 1 meter/Ci)
A = aktivitas sumber (Ci)
r = jarak dari sumber titik (m)
Hukum Kuadrat Terbalik
X1 (d1)2 = X2 (d2)2
dengan X1 = laju paparan terukur (Sv/jam)
X2= laju paparan yang akan dihitung (Sv/jam)
d1 = jarak dari sumber dengan paparan terukur (m)
d2 = jarak dari sumber yang akan dihitung (m)
Laju Dosis Ekuivalen
H = AE / 6r2
dengan H = laju dosis ekuivalen (μSv/jam)
A = aktivitas (MBq)
r = jarak (m)
Laju Dosis Serap Sumber β dan γ Berdimensi Besar
D = 1,07 SE
dengan D = laju dosis serap (rad/jam)
S = aktivitas jenis sumber (μCi/gram)
E = energi rerata perdisintegrasi (MeV)
untuk β,
energinya (E) adalah 1/3 dari energi maksimum spektrum β
Konstanta Peluruhan
λeff = λr + λb
dengan λeff = konstanta peluruhan efektif (dt-1)
λr = konstanta peluruhan radioaktif (dt-1)
λb = konstanta peluruhan biologi (dt-1)
Oleh karena
λ = 0,693 / T
dengan T = waktu paruh (dt)
maka, 1/Teff = 1/Tr + 1/Tb
dengan Teff = waktu paruh efektif (dt)
Tr = waktu paruh radioaktif (dt)
Tb = waktu paruh biologi (dt)
Radioisotop Pemancar Gamma Berbentuk Bola
Diasumsikan radioisotop yang terdeposit dalam organ berbentuk bola
D = C Γ g
dengan C = konsentrasi radioisotop (aktivitas per satuan volume) (Ci/l)
Γ = faktor gamma (R.m2/Ci.jam)
g = faktor geometri, diberikan harga g rata-rata
No comments:
Post a Comment